Peran dan fungsi mahasiswa? Sebagai mahasiswa, sudah tahukah kawan-kawan tentang peran dan fungsi mahasiswa? Peran
dan fungsi mahasiswa sangat perlu dipahami agar sebagai mahasiswa, kita
tahu apa yang seharusnya kita kerjakan dan apa yang seharusnya menjadi
tanggung jawab kita. Sebagai mahasiswa, pola pikir kita sudah jauh
berbeda dengan anak-anak sekolah pada umumnya. Tanggung jawab yang kita
pikul-pun jauh lebih berat. Kita sudah harus bisa berfikir lebih jauh
ke depan. Kita harus benar-benar menjalankan hak dan kewajiban yang berkaitan
dengan peran dan fungsi yang sudah disematkan semenjak awal berubah
status sebagai mahasiswa. Ada empat
peran dan fungsi mahasiswa, yaitu sebagai Iron Stock, Agent of Change, Social
Control dan Moral Force. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu per satu penjelasan dari peran dan fungsi mahasiswa yang telah disebutkan di atas.
Yang pertama ialah Iron Stock. Iron
bisa diartikan sebagai besi. Besi adalah sebuah benda yang kuat dan
tidak mudah untuk dirusak. Dan stock merupakan stok atau cadangan atau
pengganti atau penerus. Dari arti di atas setidaknya kita pasti sudah
punya gambaran tentang definisi dari Iron Stock itu sendiri. Bisa
didefinisikan bahwa mahasiswa adalah generasi penerus yang mana suatu
saat nanti akan menggantikan para pemimpin yang ada dimasa sekarang dan
sebagai mahasiswa kita wajib memiliki mental yang kuat untuk menjalani
masa depan yang pasti akan lebih berat dari hari ini.
Agent of Change, atau
bisa diartikan sebagai agen perubahan. Perubahan yang
bagaimana? Pastinya ialah perubahan yang positif. Perubahan dimana
Indonesia bisa menjadi negara memiliki harkat dan martabat di negara
lain. Tidak muluk-muluk, perubahan itu bisa dimulai dari perubahan
sistem Indonesia yang mungkin sekarang masih belum sempurna. Mengubah,
itulah yang merupakan tugas dari seorang mahasiswa. Namun, di Indonesia
sendiri, anak muda yang berkesempatan dan mampu meraih kursi di
perguruan tinggi masih sangat sedikit sekali. Maka dari itu, mahasiswa
dinilai memiliki intelektual yang baik dan kematangan berpikir yang
cukup teruji. Karena itu mahasiswa diharapkan mampu melakukan perubahan
terhadap suatu bangsa ke arah yang lebih baik. Mahasiswa tidak hanya
sebagai generasi penerus tetapi mahasiswa juga merupakan generasi
pelurus untuk masa depan.
Social Control, atau
bisa disebut sebagai kontrol sosial. Benar sekali, mahasiswa sangat
tepat jika disebut sebagai sosial kontrol. Karena apa? Karena mahasiswa
memiliki pemikiran yang cerdas dan kritis dalam menanggapi suatu
masalah. Pemikiran mahasiswa masih luas dan pemikiran mahasiswa itu
rasanya bersifat bebas atau bisa dibilang tidak terikat. Dari penjelasan
di atas, mahasiswa diharapkan bisa menjadi pribadi yang kritis sehingga
mampu untuk menganalisa kejadian yang mungkin menyimpang atau perlu
diluruskan pada masalah sosial bangsa. Disini mahasiswa perlu memberi
kritik dan saran yang dapat menghasilkan solusi terselesaikannya
masalah-masalah yang ada.
Moral Force, yang
pantas disebut mahasiswa adalah orang-orang terpilih yang mempunyai
moral dimana dapat menjadi contoh yang baik untuk masyarakat sekitar.
Tanpa disadari, mahasiswa telah dicap baik oleh masyarakat sekitar yang
menjadi tolak ukur orang-orang intelektual bagi mereka. Jadi, untuk
membentuk masyarakat sosial yang baik, maka sebagai teladan yang selalu
diperhatikan, mahasiswa harus memperbaiki moral terlebih dahulu.
Setelah
mengetahui keempat fungsi dan peran mahasiswa di atas, sudah saatnya
kita sebagai mahasiswa wajib menerapkan peran dan fungsi mahasiswa
tersebut. Tidak mudah memang menjadi orang yang di cap sebagai orang
yang baik. Ada beban
tersendiri yang menggelayuti diri seorang mahasiswa jika seorang
mahasiswa tersebut tidak mampu dalam menjalankan peran dan fungsinya
dala masyarakat.
Dalam menjalankan peran dan fungsi mahasiswa tersebut, seorang mahasiswa harus menyatukan beberapa elemen yang sebaiknya ada dalam diri mahasiswa. Sikap yang pertama ialah, prestatif. Seorang mahasiswa yang prestatif diharapkan mampu untuk memberikan kontribusinya kepada masyarakat tanpa ada rasa keterpaksaan. Sikap yang kedua ialah kritis. Dengan sikap kritis, diharapkan mahasiswa mampu untuk menjadi control social dalam masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam masyarakat. Dan yang paling pokok dari semuanya ialah sikap bertanggung jawab. Tanpa adanya rasa tanggung jawab tidak akan mungkin sebuah keteraturan. Setiap mahasiswa akan bertindak sesukanya sendiri jika mereka tidak memiliki sikap tanggung jawab ini. Perpaduan seimbang dari ketiga sikap di atas merupakan awal yang baik untuk membangun bangsa ini. Dari sana, pasti akan muncul mahasiswa-mahasiswa yang super dan siap untuk mengubah bangsa ini. Tidak mustahil mereka akan menjadi patriot untuk bangsa ini. Patriot yang harus menjadi generasi pelurus dalam negeri ini. Tidak hanya sebagai generasi penerus saja. Tak ada gunanya jika kita hanya menjadi generasi penerus dari Negara yang penuh dengan kebobrokan ini. Sudah saatnya kita bangkit dan membangun Negara. Sepuluh pemuda pasti akan mampu menggoncangkan dunia dengan pemikiran – pemikiran cerdasnya. Pemikiran yang disertai rasa rendah hati, kritis, dan bertanggung jawab. Semoga mahasiswa Indonesia mampu menjadi patriot bangsa untuk masa mendatang. HIDUP MAHASISWA!
Dalam menjalankan peran dan fungsi mahasiswa tersebut, seorang mahasiswa harus menyatukan beberapa elemen yang sebaiknya ada dalam diri mahasiswa. Sikap yang pertama ialah, prestatif. Seorang mahasiswa yang prestatif diharapkan mampu untuk memberikan kontribusinya kepada masyarakat tanpa ada rasa keterpaksaan. Sikap yang kedua ialah kritis. Dengan sikap kritis, diharapkan mahasiswa mampu untuk menjadi control social dalam masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam masyarakat. Dan yang paling pokok dari semuanya ialah sikap bertanggung jawab. Tanpa adanya rasa tanggung jawab tidak akan mungkin sebuah keteraturan. Setiap mahasiswa akan bertindak sesukanya sendiri jika mereka tidak memiliki sikap tanggung jawab ini. Perpaduan seimbang dari ketiga sikap di atas merupakan awal yang baik untuk membangun bangsa ini. Dari sana, pasti akan muncul mahasiswa-mahasiswa yang super dan siap untuk mengubah bangsa ini. Tidak mustahil mereka akan menjadi patriot untuk bangsa ini. Patriot yang harus menjadi generasi pelurus dalam negeri ini. Tidak hanya sebagai generasi penerus saja. Tak ada gunanya jika kita hanya menjadi generasi penerus dari Negara yang penuh dengan kebobrokan ini. Sudah saatnya kita bangkit dan membangun Negara. Sepuluh pemuda pasti akan mampu menggoncangkan dunia dengan pemikiran – pemikiran cerdasnya. Pemikiran yang disertai rasa rendah hati, kritis, dan bertanggung jawab. Semoga mahasiswa Indonesia mampu menjadi patriot bangsa untuk masa mendatang. HIDUP MAHASISWA!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar